Thursday, February 28, 2013

Posted by vaneskho | File under : , ,
"Penyemir Sepatu Sumbang Rumah Sakit Rp 1,9 Miliar"

Seorang penyemir sepatu memberi sumbangan untuk rumah sakit anak di Pittsburgh sebesar 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,9 miliar.

Dana itu terkumpul dari tip yang dia terima selama lebih dari 30 tahun bekerja. Albert Lexie mengatakan, dia mulai menyemir sepatu sejak tahun 1950-an dan pindah ke rumah sakit anak Pittsburgh sejak 1980-an.

Saat ini dia memasang harga sebesar 5 dollar AS (Rp 48.000) untuk setiap sepatu yang disemir. Biasanya dia menerima tip sebesar 1-2 dollar AS. Pernah seorang dokter memberinya tip 50 dollar AS (Rp 480.000) saat Natal. Dokter lain, Joseph Carcillo, mengatakan, Lexie menyumbangkan lebih dari sepertiga penghasilan selama hidupnya. Indahnya berbagi....
Posted by vaneskho | File under : , ,
Add caption
Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.
Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang.
Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot. Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.
Posted by vaneskho | File under : , ,
"Apa itu Kekayaan?"

Seorang kaya yang sombong TANPA SENGAJA tertabrak seorang miskin.

Dengan EMOSI ia berkata, "Dasar pengemis bodoh, berani-beraninya kamu MENABRAK saya. Kamu tidak tahu siapa saya?"

"Maaf Tuan, saya benar-benar tidak sengaja, tapi... sebenarnya Tuan ini siapa?" Kata si pengemis ketakutan.

Dengan sombong orang kaya menjawab, "Saya orang paling KAYA di kota ini!"

Dengan polos pengemis itu berkata, "Maaf Tuan, tapi setahu saya bahwa orang yang paling KAYA di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. Ia sering sekali mengundang para pengemis seperti saya ini untuk MAKAN di rumahnya."

Mendengar itu, orang kaya TERTUNDUK MALU.

Ia juga tahu sepak terjang si tukang kayu yang sebenarnya hidup dalam KEKURANGAN namun selalu BERBAGI.